Dukung Asta Cita Bapak Prabowo Presiden RI, Agrinas Hadir Guna Meningkatkan Perekonomian Kerakyatan

Administrator - Kamis, 10 September 2026 23:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/potretne/public_html/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.potretnegerinews.com/uploads/images/202609/_8729_Dukung-Asta-Cita-Bapak-Prabowo-Presiden-RI--Agrinas-Hadir-Guna-Meningkatkan-Perekonomian-Kerakyatan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/potretne/public_html/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/potretne/public_html/amp/detail.php on line 171

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/potretne/public_html/amp/detail.php on line 172

Potretnegerinews.com, Jakarta -PT Agrinas Palma Nusantara melakukan pembenahan tata kelola perkebunan dengan menghentikan pola Kerja Sama Operasional (KSO) dan mengalihkannya ke pola vendorisasi, kemitraan koperasi masyarakat, serta pengelolaan lahan sementara.

Direktur Operasional PT Agrinas Palma Nusantara, Tuhu Bangun, menyampaikan hal tersebut pada Kamis (9/9/2026) dalam rangka meluruskan sejumlah pemberitaan di beberapa media terkait kebijakan pemutusan KSO yang dilakukan perusahaan.

Menurut Tuhu, keputusan penghentian KSO merupakan bagian dari evaluasi dan pembenahan tata kelola perkebunan. Ia menyebut terdapat sejumlah persoalan yang menjadi pertimbangan perusahaan dalam menghentikan pola kerja sama tersebut.

"Pola kita memutus KSO karena tidak ada target produksi," ujar Tuhu.

Selain itu, Tuhu bangun yang juga di juluki Gus Tuh setelah tugas di surabaya jawa timur bersama Gus kikin tebu ireng jombang menyebut penerima KSO dalam praktiknya dapat menjadi agen besar. Ia juga menyoroti kondisi tanaman kelapa sawit dan areal kebun yang menurutnya tidak terpelihara secara optimal.

"Tanaman kelapa sawit hancur karena hanya diperkosa pokok sawitnya, sedangkan areal tidak dibabat atau dibersihkan," ungkapnya.

Tuhu bahkan menyebut perubahan kebijakan tersebut membuat pihak-pihak yang selama ini memiliki kepentingan dengan pola KSO merasa terganggu.

"Kebijakan pemutusan KSO menjadi vendorisasi dan pengelolaan sementara membuat mafia KSO menggelepar," ujarnya.

Tuhu menjelaskan, setelah pola KSO dihentikan, Agrinas Palma Nusantara menerapkan beberapa mekanisme pengelolaan baru.

Pertama, mitra vendorisasi pekerjaan, yang meliputi pekerjaan tunas, panen, pembersihan gawangan hingga pengangkutan Tandan Buah Segar (TBS).

Kedua, kemitraan dengan koperasi masyarakat yang ada. Pola ini menjadi salah satu bentuk pelibatan masyarakat dalam kegiatan pengelolaan perkebunan.

Ketiga, pengelolaan lahan sementara untuk memastikan aset perusahaan tetap terjaga selama proses penataan berlangsung.

Menurut Tuhu, pengelolaan sementara tersebut penting untuk memastikan tanaman tidak dicuri maupun dirusak serta menjaga TBS agar tidak dicuri atau dijarah ketika masih berada di pokok tanaman.

Target Produksi Menjadi Kewajiban Mitra

Salah satu perubahan utama dalam pola pengelolaan baru adalah penerapan target produksi yang wajib dicapai oleh mitra.

Tuhu menegaskan, setiap mitra yang terlibat memiliki kewajiban produksi dan hasil pencapaiannya untuk wajib dilaporkan kepada Agrinas.

"Program ini semuanya ada target. Ada kewajiban produksi mitra yang wajib dicapai untuk dilaporkan kepada Agrinas," jelasnya.

Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja mitra berdasarkan target yang telah ditetapkan.

Agrinas Hadir untuk Rakyat

Diakhir penjelasannya, Tuhu Bangun menegaskan bahwa keberadaan Agrinas harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga aset dan kekayaan negara.

"Agrinas hadir bermanfaat untuk rakyat, meningkatkan perekonomian kerakyatan yang berkelanjutan. Agrinas hadir mendukung Asta Cita Bapak Presiden RI guna swasembada pangan, energi dan air." tuturnya.

Menurutnya, Agrinas merupakan kekayaan negara yang harus diselamatkan dan dijaga keberlangsungannya melalui penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara benar dan sesuai ketentuan.

"Agrinas adalah kekayaan negara yang harus diselamatkan keberlangsungannya dengan tata kelola GCG secara benar sesuai ketentuan," tegas Tuhu.

Ia pun meminta seluruh pemangku kepentingan atau stakeholders untuk bersama-sama mendukung langkah pembenahan yang dilakukan Agrinas.

"Saya memohon kepada seluruh stakeholders, kiranya bersama Agrinas melawan kepentingan besar yang menghambat keputusan pemerintah dalam meningkatkan kekayaan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Tuhu Bangun mengakhiri penyampaiannya.

Pernyataan tersebut menegaskan komitmen manajemen Agrinas Palma Nusantara untuk melakukan penataan pola pengelolaan perkebunan dengan sistem yang lebih terukur, memiliki target produksi, menjaga aset negara serta membuka ruang kemitraan yang lebih luas bagi masyarakat.

Editor: Sigalingging


Tag:

Berita Terkait

Daerah

Capaian Pemko Pekanbaru Komitmen Membangun dan Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat Kota Pekanbaru

Daerah

Punya Rekam Jejak Birokrasi Baik, Masyarakat Siak Antusias Berikan Dukungan Terhadap H. Mahadar

Daerah

Kapolda Riau Minta Dukungan dan Doa Masyarakat Atasi Karhutla di Riau

Daerah

Menjadi Daerah Istimewa Riau Bentuk Dukungan Menuju Indoneisa Emas

Daerah

Diskes Riau Siap Dukung Program Presiden Prabowo Cek Kesehatan Gratis

Daerah

Dinas Kesehatan Provinsi Riau Siap Beri Dukungan Tenaga Medis Selama Pelaksanaan Pemungutan Suara Pilkada 2024